Tugas 6 Manajemen Kelas di SD
PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
A.
Pengertian Pendekatan
Manajemen Kelas
Manajemen
dari kata “Management“. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses
penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan
pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang
terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Maksud manajemen kelas adalah
mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa
dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Suharsimi
Arikunto (1988) suatu usaha yang dilakukan guru untuk membantu menciptakan kondisi belajar yang
optimal. Pengertian lain dikemukaan sebagai proses seleksi tindakan yang
dilaljukan guru dalam fungsinya
sebagai penanggung jawab kelas dan seleksi penggunaan alat-alat belajar yang
tepat sesuai masalah yang ada dan karakteristik kelas yang dihadapi.
Pendekatan
yang dipilih guru senantiasa diselaraskan dengan kebutuhan dan karakteristik
siswa.
B. Sikap Guru dalam Manajemen Kelas
Untuk
memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas hendaknya guru bersikap
seperti yang dikemukakan oleh Djamarah (2006: 185) yaitu:
1. Hangat dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukkan
antusias pada tugasnya
2. Menggunakan kata-kata, tindakan, cara kerja dan bahan – bahan yang
menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar,
3.
Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru
dan siswa,
4.
Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya,
5. Guru harus menekankan pada hal – hal yang positif dan menghindari
pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif dan
6.
Guru harus disiplin dalam segala hal.
C.
Peran Guru dalam
Manajemen Kelas
Salah satu
tugas guru sebagai pendidik di sekolah adalah sebagai menajer. Seorang guru
harus mampu memimpin kelasnya agar tercipta pembelajaran yang optimal.
Fasilitas dan kondisi kelas merupakan salah satu factor yang mempengaruhi hasil
belajar siswa.
Menurut
Padmono (2011 : 23) fasilitas kelas (instrumental in put) berkaitan erat dengan
terciptanya lingkungan belajar (environmental in put) kondusif sehingga murid
dengan senang dan sukarela belajar. Penataan fasilitas dapat menjadi pendorong
jika diorganisir secara baik. Di sinilah peran guru SD dapat terlihat, adapun
peran guru dalam memanajemen kelas agar tercipta pembelajaran yang
efektif sebagai berikut :
1. Peran guru dalam pengorganisasian kelas
Organisasi
kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif.
Pengorganisasian kelas ini pada dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi
kelas tergantung guru, kelas, murid, lingkungan kelas, besar ruangan,
penerangan, suhu, dan sebagainya.
2. Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
Penataan
kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang
mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat
duduk dapat berbentuk :
a. Seating chart
Penempatan murid dalam kelas dibuat suatu denah yang pada satu periode
waktu tertentu dapat diubah sesuai tuntunan pembelajaran yang sedang
dikembangkan oleh guru, sehingga perkembangan dan pertumbuhan murid tidak
terganggu.
b. Melingkar
Model duduk seperti ini dapat digunakan guru dalam pembelajaran diskusi
kelompok, sehingga ada modifikasi untuk menghilangkan kejenuhan siswa.
3. Peran guru dalam pengaturan alat-alat pelajaran
Alat-alat
pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut
kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen.
Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus,
misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen
atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah,
misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya.
Menurut
fungsinya; a) alat untuk menulis; kapur, papan tulis, pensil, dan lain-lain; b)
alat-alat lukis; jangka, meter, segitiga, buku.
4. Peran guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Kelas yang
indah akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak betah belajar di dalam
kelas. Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya
hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk
mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah.
Guru dapat membimbing siswa untuk mendesain kelas menjadi indah seperti menata
buku sesuai dengan ukurannya, menempelkan gambar – gambar di ruangan kelas.
D.
Macam-macam Pendekatan
dalam Manajemen Kelas
1.
Pendekatan Kekuasaan atau Otoriter
Pendekatan
otoriter adalah pendekatan yang menempatkan guru dalam peranan menciptakan dan
memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. Guru
otoriter bertindak untuk kepentingan siswa dengan menerapkan disiplin yang
tegas.
2.
Pendekatan Ancaman atau Intimidasi
Pendekatan intimidasi
adalah penekanan pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses
pengendalian perilaku siswa. Bentuk-bentuk intimidasi itu seperti
hukuman yang kasar, ejekan, hinaan, paksaaan, ancaman, serta menyalahkan.
Pendekatan intimidasi berguna dalam situasi tertentu dengan menggunakan teguran
keras.
3.
Pendekatan Kebebasan atau Permisif
Pengelolaan
permisif di sini diartikan sebagai suatu proses untuk membantu siswa agar
merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan
guru adalah untuk meningkatkan kebebasan siswa.Campur tangan guru hendaknya
seminimal mungkin dan guru hendaknya juga berperan sebagai pendorong untuk
mengembangkan potensi siswa secara penuh.
4.
Pendekatan Instruksional
Manajemen
kelas melalui pendekatan ini mengacu pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang
baik, kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap
siswa.
Pendekatan
instruksional dalam manajemen kelas memandang perilaku instruksional guru agar
mempunyai potensi untuk mencapai tujuan utama manajemen kelas, yaitu mencegah
timbulnya masalah manajerial dan memecahkan masalah manajerial kelas.
Dalam
pembahasan kelompok 3 terdapat 3 pertanyaan yang diajukan oleh audience yaitu
:
1. Lusi Alfatihah : bagaimana cara
mengupayakan suasana yang efektif dan efisien dalam pembelajaran?
2. Yulastri Aroza : bagaimana cara
mengimplementasikan pendekatan dalam pembelajaran?
3. Sisy Angrayeni : Pendekatan
manakah yang paling bagus digunakan dalam pembelajaran ?
DAFTAR RUJUKAN
Ekosiswoyo, Rasdi dan Maman Rachman. 2002. Manajemen
Kelas. Semarang : IKIP Semarang Press
Racman, Maman. 1998. Manajemen Kelas.
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi
Salman, Rusydi. 2011. Prinsip-Prinsip
Manajemen Kelas. Jakarta : Diva Press
Sangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusSangat membantu makasih buk zetri
BalasHapusTerimakasih kak. Sangat membantu sekali.
BalasHapusMataerinya samgat membantu kkk
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusBagus kak, semoga bermanfaat bagi kita dan pembaca blog lainnya
BalasHapusMaterinya bagus kak
BalasHapusTerimakasih, materi bermanfaat sekali
BalasHapusBagus Dan bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya bagus👍
BalasHapus