Tugas 14 Manajemen Kelas di SD
MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH
DENGAN MASYARAKAT
DALAM DISIPLIN KELAS
A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Secara etimologis hubungan
masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggris “public relation” yang
berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik
antar suatu organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya.
Menurut Kindred Leslia,
dalam bukunya “School Public Relation”
mengemukakan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:
hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara
sekolah dengan masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat
tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan
tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah.
Selanjutnya Onong U.
Effendi dalam bukunya “Human Relations
and Public Relations” dalam Management (1973:55) mengemukakan bahwa Public
Relations adalah kegiatan berencana untuk menciptakan, membina dan memelihara
sikap budi yang menyenangkan bagi organisasi di satu pihak dan publik di lain
pihak. Untuk mencapainya adalah dengan jalan komunikasi yang baik dan luas
secara timbal balik.
Pada hakikatnya sekolah
merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, khususnya masyarakat
publiknya, seperti para orang tua murid atau anggota badan Pembantu
Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) dan atasan langsungnya.
Demikian pula hasil
pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi harapan bahkan dambaan masyarakat.
Maka kegiatan-kegiatan sekolah juga harus terpadu dengan derap masyarakat, tak
boleh sekolah itu merupakan “menara gading” bagi masyarakatnya.
B. Pentingnya Hubungan Sekolah Dan Masyarakat
Beberapa pandangan
filosofis tentang hakikat sekolah masyarakat, dan bagaimana hubungan antara
keduanya.
1. Sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat, ia bukan merupakan
lembaga yang terpisah dari masyarakat.
2. Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat.
3. Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani
anggota-anggota masyarakat dalam bidang pendidikan.
4. Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkolerasi, keduanya
saling membutuhkan.
5.
Masyarakat adalah pemilik sekolah. Sekolah ada karena masyarakat
memerlukannya.
Betapa pentingnya hubungan
sekolah dan masyarakat itu, terutama di negara kita, dapat pula ditinjau dari
sudut historis, sebagai berikut :
1. Dari sejarah, kita mengetahui bahwa pada zaman kolonial Belanda dahulu,
sekolah- sekolah diisolasikan dari kehidupan masyarakat sekitar.
2. Dan zaman kemerdekaan ini, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang
seharusnya mendidik generasi muda untuk hidup di masyarakat kelak nanti.
3. Sekolah haruslah merupakan tempat pembinaan dan pengembangan pengetahuan
dan kebudayaan yang sesuai dan dikehendaki oleh masyarakat tempat sekolah itu
didirikan.
4. Sebaliknya, masyarakat harus dan wajib membantu dan bekerja sama dengan
sekolah agar apa yang diolah dan dihasilkan sekolah sesuai dengan apa yang
dikehendaki dan dibutuhkan oleh masyarakat.
5. Dari sejarah pendidikan kita mengenal adanya arbeid school (sekolah
kerja) seperti yang didirikan oleh Ovide Decroly di Belgia, sekolah kerja yang
didirikan oleh Kerschensteiner di Jerman, dan oleh John Dewey di Amerika
Serikat. Semua ini merupaka usaha para ahli didik yang menunjukkan kepada kita
betapa pentingnya sekolah itu berintegrasi dengan masyarakat untuk mencapai
tujuan pendidikan yang benar-benar sesuai dengan perkembangan kebutuhan
masyarakat yang selalu berkembang menuju kemajuan.
6. Pentingnya hubungan sekolah dengan masyarakat dapat pula dikaitkan
dengan semakin banyaknya isu yang berupa kritik- kritik dari masyarakat tentang
tidak sesuainya produk sekolah dengan kebutuhan pembangunan, bahwa lulusan
sekolah merupakan produk yang tidak siap pakai, semakin membengkaknya jumlah
anak putus sekolah, makin banyak pengangguran, dan sebagainya. Meskipun hal-hal
tersebut merupakan masalah yang kompleks dan untuk memecahkan masalah-masalah
itu bukan semata-mata merupakan tanggung jawab sekolah, dengan meningkatkan
keefektifan hubungan sekolah dan masyarakat maka beberapa masalah tersebut
dapat terkurangi.
C. Prinsip- prinsip dan Metode dalam Membina Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat
Adapun prinsip- prinsip
hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:
1. Kerjasama harus dimodali dengan iktikad baik untuk menciptakan citra
baik tentang pendidikan.
2. Pihak awam dalam berperan serta membantu dan merealisasikan program
sekolah, hendaknya menghormati dan menaati ketentuan/ peraturan yang
diberlakukan di sekolah.
3. Berkaitan dengan prinsip dan teknis edukatif, sekolahlah yang lebih
berkewajiban dan lebih berhak menanganinya.
4. Segala saran yang berkaitan dengan kepentingan sekolah harus disalurkan
melalui lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam melaksanakannya.
5.
Partisipasi/peran serta masyarakat tidak saja dalam bentuk gagasan/
usul/ saran tetapi juga berikut organisasi dan kepengurusannya yang dirasakan
benar-benar bermanfaat bagi kemajuan sekolah.
6. Peran serta masyarakat tidak dibatasi oleh jenjang pendidikan tertentu,
sepanjang tidak mencampuri teknis edukatif/ akademis.
7. Peran serta masyarakat akan bersifat konstruktif, apabila mereka sebagai
awam diberi kesempatan mempelajari dan memahami permasalahan serta cara
pemecahannya bagi kepentingan dan kemajuan sekolah.
8. Supaya sukses dalam “saling berperan serta”, haruslah dipahami betul
nilai, cara kerja dan pola hidup yang ada dalam masyarakat.
9. Kerjasama harus berkembang secara wajar, diawali dari yang paling
sederhana, berkembang hingga hal-hal yang lebih besar.
10. Efektifitas keikutsertaan para awam perlu dibina hingga layak dalam
mengembangkan gagasan/ penemuan, saran, kritik sampai pada usaha pemecahan dan
pencapaian keberhasilan bagi kemajuan sekolah.
D. Tujuan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Mengenai tujuan, menurut T.
Sianipar dapat ditinjau dari sudut kepentingan kedua lembaga tersebut, yaitu
kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat.
Ditinjau dari kepentingan
sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat
bertujuan untuk:
1.
Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
2.
Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
3.
Memperlancar proses belajar mengajar.
4. Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam
pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.
Sedangkan ditinjau dari
kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan hubungannya dengan sekolah adalah
untuk:
1. Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam
bidang mental-spiritual.
2. Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang
dihadapi oleh masyarakat.
3. Menjamin relevensi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4. Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuannya.
Secara lebih kongkrit lagi,
tujuan diselenggarakan hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
1. Mengenalkan pentingnya sekolah kepada masyarakat.
2. Mendapatkan dukungan dan bantuan moral maupun finansial yang diperlukan
bagi pengembangan sekolah.
3. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan
program sekolah.
4. Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan
dan kebutuhan masyarakat.
5. Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah
dalam mendidik anak- anak.
Sedangkan Elsbree
mengemukakan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah :
1. Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.
2. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
3. Untuk mengembangkan antusiasme/ semangat saling bantu antara sekolah
dengan masyarakat demi kemajuan kedua belah pihak.
Ketiga tujuan tersebut
menggambarkan adanya “two way trafic” atau dua arus komunikasi yang saling
timbal balik antara sekolah dengan masyarakat. Hubungan sekolah dengan
masyarakat akan berjalan dengan baik apabila terjadi kesepakatan antara sekolah
dengan masyarakat tentang “policy”(kebijakan), perencanaan program dan strategi
pelaksanaan pendidikan di sekolah. Dengan demikian tidak lagi ada “barrier”
(penghalang) dalam melaksanakan program hubungan sekolah dengan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Ari. 2002. Administrasi Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.
Kuswara, Deni. 2007. Pengelolaan Pendidikan. Bandung : UPI Press.
Purwanto, Ngalim. 2009. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusMembantu dan bermanfaat sekali,terimakasih kakak cantik
BalasHapusTerima kasih 😊 sangat bermanfaat
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih kak. Sangat membantu sekali.
BalasHapusMakasih ...materinya sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih ...materinya sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusBagus kak, semoga bermanfaat bagi kita dan pembaca blog lainnya
BalasHapusTerima kasih🙏sangat bermanfaat kakak
BalasHapusPostingan bermanfaat , semangat nulis kembali kak
BalasHapusMaksih atas share ilmunya,ini sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat..
BalasHapusWahh, materinya sangat ngat bagus kaka
BalasHapus