Tugas 5 Manajemen Kelas di SD
KOMPONEN
KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
A.
Pengertian Komponen Keterampilan
Manajemen Kelas
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komponen diartikan dengan bagian dari
keseluruhan dari unsur. Sementara keterampilan berasal dari kata terampil.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata terampil diartikan sebagai cakap dalam
menyelesaikan tugas, mampu, dan cekatan. Sementara keterampilan diartikan
sebagai kecekapan untuk menyelesaikan tugas.
Jadi, komponen keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan
yang dimiliki oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas.
Keterampilan pengelolaan kelas berkaitan dengan kompetensi pedagogis. Iklim
kelas yang kondusif untuk belajar ikut mempengaruhi kesuksesan guru dalam
mengantarkan siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut (Sartika, 2014) kemampuan dan keterampilan mengelola kelas dalam
proses belajar mengajar yang baik sebagai berikut:
a. Menciptakan
situasi yang memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal
keberhasilan pengajaran.
b. Siswa belajar
dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk
belajar.
Jadi, dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mampu menciptakan suatu
kondisi yang memungkinkan siswa dapat melakukan pembelajaran, menumbuhkan sikap
yang ramah, memiliki kesiapan demi berjalannya suatu pembelajaran dan seorang
siswa mampu merasakan kenyamanan dalam keadaan ataupun suasana yang sewajarnya,
tidak ada tekanan dari guru dan mampu terangsang untuk belajar dengan
baik.
B.
Macam-Macam Komponen Keterampilam
Manajemen Kelas
Menurut Moh. Uzer Usman, setidaknya ada empat komponen keterampilan
manajeman kelas.
1.
Keterampilan Mengadakan Pendekatan
Secara Pribadi
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan peserta
didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah
kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru memiliki keterampilan secara pribadi
yang dapat diciptakan antara lain dengan:
a.
Menunjukkan kehangatan dan kepakaan
terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun perorangan.
b.
Mendengarkan secara simpatik ide-ide
yang dikemukakan oleh peserta didik.
c.
Memberikan respon positif terhadap
pemikiran peserta didiknya.
d.
Membangun hubungan saling
mempercayai
e.
Menunjukkan kesiapan untuk membantu
peserta didik.
f.
Menerima perasaan peserta didik
dengan penuh pengertian dan terbuka.
g.
Berusaha mengendalikan situasi
hingga peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan masalah
yang dihadapinya.
2.
Keterampilan Mengorganisasi
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai seorang
manajer berperan sebagai organisator yag mengatur dan memonitori kegiatan
belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan. Keterampilan-keterampilan
yang harus dikuasai oleh guru agar bisa mengorganisasikan kegiatan
belajar-mengajar antara lain:
a.
Menjelaskan tujuan belajar yang akan
dicapai kepada peserta didiknya.
b.
Memvariasikan kegiatan yang
mencangkup penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
c.
Membentuk komponen yang tepat.
d.
Mengoordinasikan kegiatan belajar
mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
e.
Membagi perhatian pada berbagai
tugas dan kebutuhan peserta didik.
f.
Mengakhiri kegiatan belajar dengan
laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.
3.
Keterampilan Membimbing dan
Memudahkan Belajar
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk maju tanpa
mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai keterampilan
berikut ini.
a.
Memberikan penguatan sebagai
kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
b.
Mengembangkan supervisi proses awal,
yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun
kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan
dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
c.
Mengadakan supervisi proses lanjut
yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan
belajar-mengajar berlangsung.
d.
Mengadakan supervisi pemanduan yang
memusatkan perhatian pada penilaian. pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan
belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan
sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh.
Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk
mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
4.
Keterampilan Merencanakan dan
Melaksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar
Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara perorangan
maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru harus mampu
membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta
didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan
perencanaan tersebut. Untuk membantu suatu perencanaan yang tepat, guru
dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan akademik peserta didiknya, memahami
berbagai tipe belajar peserta didiknya memahami bakat dan minat peserta
didiknya, dan lain sebagainya.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang
harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas antara lain sebagai berikut.
a.
Membantu peserta didik menetapkan
tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai tujuan belajar
tersebut.
b.
Merencanakan kegiatan belajar
bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan, langkah-langkah
kerja, waktu, serta kondisi belajar.
c.
Bertindak atau berperan sebagai
penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
d.
Membantu peserta didik menilai
pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan kesempatan
kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang merupakan kerja
sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang manusiawi.
Berbeda dengan Moh. Uzer usman, Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan
setidaknya ada dua komponen keterampilan manajemen kelas yang harus dikuasai
oleh guru, sebagai berikut:
a.
Keterampilan yang berhubungan dengan
penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat
prevetif).
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil
inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan keterampilan sebagai berikut:
1)
Sikap tanggap
Seorang guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang
muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut
dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan
memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan oleh
tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama mereka. Guru tahu kegiatan mereka,
tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu yang mereka kerjakan.
Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak
didik walaupun guru sedang menulis di papan tulis. Sikap ini dapat
dilakukan dengan cara:
a)
Memandang secara seksama
b)
Gerak mendekati
c)
Memberi pernyataan
d)
Memberi reaksi terhadap gangguan dan
ketakacuhan
2)
Membagi perhatian
Kelas diisi oleh sejumlah orang (siswa) yang memiliki
keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan
pertolongan dari guru. Membagi perhatian dapat dilakukan dengan cara:
a.
Visual
Guru dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pertama
sedemikian rupa sehingga ia dapat melirik kegiatan kedua, tanpa kehilangan
perhatian pada kegiatan pertama. Kontak pandang ini bisa dilakukan terhadap
kelompok anak didik atau anak didik secara individual.
b.
Verba
Guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap
aktivitas anak didik pertama sementara ia memimpin dan terlibat supervisi pada
aktivitas anak didik yang lain.
3)
Pemusataan perhatian kelompok
Munculnya kelompok informal di kelas atau pengelompokan karena disengaja
oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur
dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat
pada tugas yang harus diselesaikan. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat guru
lakukan, yaitu:
a.
Memberi tanda
b.
Pertanggungan jawab
c.
Pengarahan dan petunjuk yang jelas
d.
Penghentian
Cara lain untuk menghentikan gangguan, adalah guru dan anak didik membuat
persetujuan mengenai prosedur dan aturan yang merupakan bagian dari pelaksanaan
rutin proses belajar mengajar, sehingga menghentikan gangguan berubah menjadi
hanya memperingatkan. Cara mengomeli kurang dibenarkan dalam pendidikan, sebab
tidak mendidik.
a.
Penguatan
b.
Kelancaran atau kemajuan anak didik
dalam belajar
c.
Kecepatan atau tingkat kemajuan yang
ingin dicapai anak didik
4)
Memberikan petunjuk-petunjuk yang
jelas
Untuk mengarahkan kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan
diatas, juga memudahkan anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
maka tugas guru adalah memaparkan setiap pelaksanaan tugas-tugas tersebut
sebagai petunjuk pelaksanaan yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan
jelas.
5)
Menegur
Permasalahan bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan
siswa dengan guru. Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam
konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu
memberikan teguran yang sesuai dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari
teguran bukan dari hal yang memberikan efek penyerta yang menimbulkan
ketakutan pada siswa tapi bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang
dilakukannya .
6)
Memberi penguatan
Penguatan adalah upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai dan
perilaku-perilaku yang baik dan dipertahankan oleh siswa atau bahkan mungkin
ditingkatkan atau dapat ditularkan kesiswa lainnya. Penguatan yang dimaksudkan
dapat berupa reward yang bersifat nonmaterial juga yang bersifat material tapi
tidak berlebihan .
b.
Keterampilan yang berhubungan dengan
pengendalian kondisi belajar yang optimal
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap anak didik yang
berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan kegiatan remedial untuk
mengembalikan kondisi belajara yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang
menimbulkan gangguan yang berulang–ulang walaupun guru telah menggunakan
tingkah laku dan tanggapan yang sesuai, guru dapat meminta bantuan kepala
sekolah, konselor sekolah, atau orang tua anak didik untuk membantu
mengatasinya.
Bukanlah kesalahan profesional guru apabila ia tidak dapat menangani setiap
masalah anak didik dalam kelas. Namun pada tingkat tertentu guru dapat
menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku
anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam
tugas kelas. Strategi itu adalah:
1.
Memodifikasi tingkah laku
Modifikasi tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku
kedalam tuntutan kegiatan pembelajaran sehingga tidak muncul prototyfe pada
diri anak tentang penilaian yang kurang baik. Guru menganalisis tingkah laku
anak didik yang mengalami masalah atau kesulitan dan berusaha memodifikasi
tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara
sistematis.
2.
Pengelolaan kelompok
Kelompok kecil ataupun kelompok belajar di kelas adalah merupakan bagian
pencapaian tujuan pembelajaran dan strategi yang diterapkan oleh guru. Kelompok
biasa muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan , gender
dan lain-lain. Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran
maka kelompok yang ada dikelas itu harus dikelola dengan baik oleh guru.
3.
Menemukan dan memecahkan tingkah
laku yang menimbulkan masalah.
Permasalahan memiliki sifat perennial (akan selalu ada) dan nurturan effect,
oleh karna itu permasalahan akan muncul didalam kelas kaitanya dengan interaksi
dan akan diisi oleh dampak pengiring yang besar bila tidak biasa di selesaikan.
Guru dapat dapat melakukan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku
keliru yang muncul, dan ia mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan
ketidak patuhan tingkah laku tersebut serta berusaha untuk menemukan
pemecahannya.
C.
Permasalahan dalam Komponen
Keterampilan Manajemen Kelas
Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang membosankan dan tidak mau
terlibat dalam kegiatan dikelas. Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
terjadi jika guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu
membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk
ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada
seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.
1.
Strategi yang
dapat digunakan
a.
Modifikasi Tingkah Laku
Guru hendaklah menganalisis tingkah anak didik yang mengalami masalah dan
berusaha memodifikasi tingkahlaku tersebut. Dengan mengaplikasikan pemberian
penguatan secara sistematis.
1)
Dapat kerjasama dengan rekan kerja
mengatasi masalah
2)
Merinci dengan tepat tingka yang
menimbulkan masalah
3)
Memilih dengan teliti tingkah yang
di perbaiki dengan mudah untuk diubah, tingkah yang paling menjengkelan yang
sering muncul.
4)
Tepat memilih pemberian penguatan
yang dapat digunakan untuk mempertahankan tingkah yang telah menjadi baik.
b.
Pendekatan pemecahan masalah
kelompok
1)
Memperlancar tugas, mengadakan
terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas.
2)
Memelihara kegiatan-kegiatan
kelompok, memelihara dan memulihkan semangat anak didik dan menangani konflik
yang timbul.
3)
Menemukan dan memecahkan tingkah
laku yang menimbulkan masalah.
4)
Guru dapat menggunakan seperangkat
cara untuk mengendalikan tingkahlaku keliru yang muncul, guru harus mengetahui
sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah tersebut. Serta berusaha
mencari pemecahanya.
2.
Hal-hal yang
harus di hindari
a.
Campur tangan yang berlebihan
b.
Kelenyapan
c.
Ketidak tepatan memulai
dan mengahiri kegiatan
d.
Penyimpangan
e.
Bertele-tele
Dalam pembahasan kelompok 2 adanya 3 pertanyaan yang di ajukan oleh audians
yaitu:
1.
Resti tri wahyu suci
Bagaimana cara guru membagi perhatian kepada siswanya?
2.
Yulastri aroza
Bagaimana cara menghadapi tingkah laku anak yang
beragam, dan bagaimana cara menumbuhkan sikap keberanian pada diri anak?
3.
Tri putri lestari
Bagaimana cara mengatasi anak yang sulit dalam
menangkap pembelajaran?
Penambahan jawaban :
1.
Siti Muthmainna
2.
Remuti
3.
Annisa Rahmadani
4.
Aisyah Verenia Afra
5.
Sari Rahma Dewi
6.
Bella Alfionita
Dari pembahasan materi kita hari ini saya dapat menyimpulkan bahwa guru
harus mampu menciptakan situasi atau kondisi yang memungkinkan siswa untuk
belajar, menumbuhkan sikap yang ramah, memiliki kesiapan demi berjalannya suatu
pembelajaran dan seorang siswa mampu merasakan kenyamanan dalam keadaan ataupun
suasana yang sewajarnya, tidak ada tekanan dari guru dan mampu teransang untuk
belajar dengan baik.
Manajemen kelas banyak keterampilan yang harus kita kuasai apalagi bagi
seorang calon pendidik seperti kita ini. Setiap peserta didik kita memiliki
karakteristik yang berbeda, kita sebagai seorang guru harus pandai dalam
menghadapi setiap tingkah laku anak kita. Cara kita menghadapi anak yang sulit
dalam pembelajaran, atur tempat duduk anak sedemikian rupa, yang rendah di depan,
yang tinggi di belakang, bagaimana karakter pesertadidik dalam memahami
pembelajaran, inilah salah satu tujuan dari pengelolaan kelas yang di lakukan
oleh guru.
DAFTAR
PUSTAKA
Sartika, Dewi. 2014. Peran
Guru dalam Pengelolaan Kelas. Jambi: Universitas Jambi.
Usman, Moh. Uzer. 2013. Menjadi
Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Terimakasih postingannya kak
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya lumayan lengkap bagus,,
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya
BalasHapusSangat membantu makasih izet
BalasHapusMakasih materinya kkk
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusBagus kak, semoga bermanfaat bagi kita dan pembaca blog lainnya
BalasHapusMaterinya sangat membantu sekali kak
BalasHapusTerimakasih,materi bermanfaat sekali
BalasHapusBagus sekali materinya kak
BalasHapusSangat membantu sekali materi kakak ni
BalasHapus