Tugas Manajemen Kelas

MANAJEMEN KELAS

A.    Konsep Manajemen Kelas
1.        Pengertian Manajemen Kelas
Menurut bahasa (Etimologis) Manajemen berasal dari bahasa inggris, Management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan (Rusydie, 2011: 24). Sedangkan secara terminologi, manajemen merupakan suatu proses yang kontinyu yang bermuatan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan maupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mengkoordinasi dan menggunakan segala sumber untuk mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif dan efisien (Engkoswara dan Komariah, 2011: 87).
Manajemen Kelas berasal dari dua kata, yaitu dari kata manajemen dan kelas. Manajemen dari kata Management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran (Mulyadi, 2009: 2). Kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa. Hadari Nawawi dalam Djamarah (2013: 176) juga memandang kelas dari dua sudut, yakni: 1) Kelas dalam arti sempit: ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing; dan 2) Kelas dalam arti luas: suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Oviyanti (2009: 77) berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah sebuah upaya memaksimalkan potensi kelas agar tercipta suasana yang kondusif bagi siswa untuk belajar dan guru pun merasa nyaman dalam mengajar”. Sedangkan Emmer dalam Salfen (2009: 41) mendefinisikan manajemen kelas sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam meminimalkan gangguan.
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pembelajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah.

B.     Tujuan Manajemen Kelas
Sebagai pengelolaan kelas guru atau wali kelas dituntuk mengelolan kelas sebagai lingkungan belajar siswa. Juga sebagai bagian dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan. Karena tugas guru yang utama adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajaran dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, guru dan wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam mengelola kelas.
Menurut Wijaya dan Rusyan (1994:114) tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai berikut :
1.      Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2.      Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban. 
3.      Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Sedangkan Menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996) yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah :
1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4.      Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

Jadi, tujuan manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

C.    Proses Manajemen Kelas
Manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari manajemen proses belajar mengajar yang paling rumit, tetapi menarik perhatian, baik oleh guru yang sudah berpengalaman maupun guruguru muda yang baru bertugas. Rumit dalam manajemen kelas ini memerlukan berbagai kriteria keterampilan, pengalaman, bahkan dari sikap dan kepribadian guru cukup berpengaruh terhadap manajemen kelas.
Manajemen kelas dikatakan menarik, karena pada satu sisi memerlukan kemampuan pribadi dan ketekunan menghadapi, sedangkan di sisi lain pihak manajemen kelas sangat menentukan berhasil tidaknya pencapaian tujuan intruksional yang telah ditentukan. Oleh karena itu, guru merupakan kunci keberhasilan dalam manajemen proses belajar mengajar. Pengertian prosedur manajemen kelas sukar dipisahkan dengan pengertian manajemen kelas. Karena manajemen kelas adalah pekerjaannya, sedangkan prosedur manajemen kelas adalah langkahlangkah bagaimana pekerjaan itu di kerjakan.
Dengan demikian maka prosedur manajemen kelas merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan pekerjaan manajemen kelas itu dengan baik. Hal ini mengandung pengertian bahwa langkah-langkah yang akan diambil itu harus didahului dengan suatu pertimbangan yang matang setelah itu mulai merencanakan serta merumuskan langkah-langkah yang dilaksanakan. Adapun prosedur manajemen kelas dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:
1.      Prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan.
Dimensi proses pencegahan merupakan langkah-langkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur siswa, fasilitas, atau format belajar mengajar yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Langkag-langkah prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan adalah sebagai berikut:
a)      Peningkatan kesadaran diri sebagai guru. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah strategis karena akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
b)      Peningkatan kesadaran tanggung jawab siswa. Untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa perlu diberikan pengertian tentang kewajiban dan hak-haknyasebagai anggota kelompok/kelas. Saling pengertian akan meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa.
c)      Sikap tulus dari guru. Guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa. Karena sikap dan tindakan demikian sangat membantu dalam manajemen kelas.
d)     Mengeal dan menentukan alternatif manajemen. Guru harus mengetahui pendekatan dalam manajemen kelas, sehingga guru bisa menggunakan pendekatan manajemen kelas yang tepat untuk mengatasi problem di kelas.
e)      Membuat kontak sosial. Langkah ini berhubungan engan masalah nilai dan norma. Norma berupa kontak sosial atau peraturan/tata tertib merupakan standar tingkah laku yang diharapkan dan memberikan gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasannya untuk memenuhi kebutuhan siswa.

2.      Prosedur manajemen kelas dimensi penyembuhan.
Langkah-langkah tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat menggangu proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Langkah-langkah prosedur manajemen kelas dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut:
a)      Mengidentifikasi masalah siswa. Guru mengenal masalahmasala pengelolaan kelas yang terjadi di kelas.
b)      Menganalisis masalah. Menyimpulkan latar belakang penyimpangan dan selanjutnya menentukan alternatif penanggulngannya.
c)      Menilai alternatif-alternatif pemecahan. Menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang tepat dalam menanggulangi masalah.

D.    Strategi Manajemen Kelas
Strategi manajemen kelas adalah pola atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Djamarah. S. B, Zain. A. (2010) ragam strategi manajemen kelas meliputi:
1.      Penataan Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar. Iklim kelas yang kondusif merupakan pertimbangan utama dan memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim belajar kondusif harus di tunjang oleh beberapa fasilitas yang menyenangkan demi kelancaran proses pembelajaran. Seperti sarana, penataan kelas, laboratorium untuk praktek, pengaturan lingkungan belajar, penampilan dan sikap guru, hubungan yang harmonis antara peserta didik sendiri, serta penataan organisasi dan bahasan pembelajaran secara tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik.
2.      Merencanakan beberapa kegiatan di dalam kelas, yang akan membuat anak-anak bangun dari tempat duduk mereka dan berinteraksi dengan guru dan sesama siswa. 
3.      Cara pengajaran guru (pendidik)
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran sebagai berikut:
a.       Strategi pembelajaran seluruh kelas, meliputi :
1)      Ceramah
2)      Diskusi
3)      Debat
b.      Strategi pembelajaran kelompok kecil, meliputi :
1)      Pembelajaran kooperatif
2)      Pembelajaran kolaboratif

c.       Strategi pembelajaran individu
Cara pengajaran guru juga menjadi salah satu motivasi siswa dalam belajar. Jika guru itu baik, tidak membuat siswa takut maka siswa akan senang dalam belajar di sekolah
4.      Pengaturan prilaku dan pemberian motivasi kepada siswa
























DAFTAR PUSTAKA

Bahri, Syaiful Djamarah dan Azwan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah. S. B, Zain. A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. 

Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud.

Engkoswara dan Komariah. 2011. Administrasi Pendidikan. Bandung Alfabeta.

Mulyadi. 2009. Classroom Management Mewujudkan Suasana Kelas Yang Menyenangkan Bagi Siswa. Malang: Aditya Media.

Oviyanti, Fitri. 2009. Pengelolaan Pengajaran. Cet Ke-2. Palembang: Rafa Press.

Rusydie, S. 2011. Prinsip-Prinsip Managemen Kelas. Yogyakarta: Diva Press.

Salfen. 2009. Sekolah Efektif Dan Guru Efektif. Yogyakarta: Aditya.

Sumber Jurnal:
  
Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan. Vol. 4 No. 01, Juni 2018, 27-44

Komentar

  1. Terima kasih, kak atas tulisanya sangat bermanfaat kak

    BalasHapus
  2. Terima kasih zetri tulisanya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah sngat membantu,,terima kasih kaka

    BalasHapus
  4. Terimakasih blog nya sngat membantu dan bermanfaat sekali

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah sngat membantu,,terima kasih adiak..

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat kak, terimakasih kak 🙏

    BalasHapus
  7. Blognya sangat bermanfaat kak, terima kasih kak

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat kak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏

    BalasHapus
  9. Sangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏

    BalasHapus
  10. Materinya sangat mmbantu.mksih

    BalasHapus
  11. Terimakasih kak tulisannya rapi dan sangat membantu kak

    BalasHapus
  12. Sangat bermanfaat kak ilmunya

    BalasHapus
  13. Bagus kak, semoga bermanfaat bagi kita dan pembaca blog lainnya

    BalasHapus
  14. Materinya sangat bagus kak... Semoga bisa diterapkan

    BalasHapus
  15. Terimakasih, materi bermanfaat sekali

    BalasHapus

Posting Komentar