Tugas Manajemen Pembelajaran

MANAJEMEN PEMBELAJARAN

A.      Konsep Manajemen Pembelajaran
1.      Pengertian Manajemen Pembelajaran
Makna manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat dan profesional. Manajemen diartikan sebagai ilmu karena merupakan suatu bidang pengetahuan yang secara sistematis berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Manajemen diartikan sebagai kiat karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Adapun manajemen diartikan sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer, dan para profesional dituntut oleh suatu kode etik.
Menurut George R. Terry (2010) dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.”
Sedangkan James A. F. Stoner (1996) manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usahausaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol atau mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan fungsi-fungsi pokok manajemen.

Menurut Margaret E. Bell Gredler (1991) bahwa istilah pembelajaran dapat diartikan sebagai “seperangkat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal.” Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan bantuan bagi terjadinya proses belajar.
Pendapat semakna dengan definisi diatas dikemukakan oleh J. Drost (1999) yang menyatakan bahwa pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan untuk menjadikan orang lain belajar. Sedangkan Mulkan memahami pembelajaran sebagai suatu aktivitas guna menciptakan kreatifitas peserta didik.

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang di usahakan dalam rangka agar orang dapat melakukan aktivitas belajar dengan harapan mewujudkan tujuan pembelajaran.

Setelah mengetahui masing-masing pengertian dari manajemen dan pembelajaran, selanjutnya manajemen pembelajaran artinya suatu usaha untuk mengelola sumber daya yang digunakan dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Manajemen pembelajaran menurut Nazarudin (2007) merupakan suatu usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan penilaian dalamrangka mencapai tujuan pendidikan.
Manajemen pembelajaran memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan., dimana dengan adanya manajemen dalam sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan pembelajaran pada umumnya dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada khususnya. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.


B.       Tujuan Pembelajaran
Menurut Sudirman (2011:11) tujuan manajemen kelas adalah “Penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pa siswa.”
Ketercapaian tujuan pengelolaan kelas menurut A.C Wragg dapat di deteksi dari:
1.      Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa.
2.      Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya.

C.      Kebijakan Tentang Manajemen Pembelajaran

D.      Peran Guru Dalam Manajemen Kelas
Peran guru dalam manajemen kelas yang antara lain meliputi guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, perencana, supervisor, motivator, dan konselor. Sebagai pengajar guru harus bisa menyampaikan pelajaran dengan baik untuk mencapai tujuan belajar sehingga peserta didik memahami materi yang disampaikan oleh gurunya. Guru hendaknya bisa menjadi teladan bagi anak didiknya baik di dalam maupun di luar sekolah. Guru yang berperilaku baik akan lebih disegani oleh anak-anak didiknya, perkataanya akan lebih didengar dibandingkan dengan guru yang prilakunya buruk.
Guru hendaknya memahami suasana kelas di mana dia mengajar. Dia harus tahu kapan harus memposisikan diri sebagai seorang pemimpin, kapan dia harus bersikap sebagai motivator(pemberi semangat), kapan dia hanya sebagai pengawas (supervisor) dan kapan dia harus ikut serta dalam kegiatan anak didiknya. Kadang seorang guru juga harus siap menjadi tempat curhat anak-anak didiknya (konselor) dan kemudian memberikan solusi.
Menurut Martayo (1980) Peran guru dalam manajemen kelas yang antara lain meliputi:

1.      Guru sebagai Pendidik.
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungan. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
Berkaitan tanggung jawab; guru harus mengetahui, serta memahami nilai, norma moral, dan sosial, serta berusaha berprilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab terhadap segala tindakannya dalam pembelajaran di sekolah, dan di dalam kehidupan bermasyarakat.
2.      Guru sebagai pengajar.
Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dan dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman, dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika faktor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik.
3.      Guru sebagai pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral, dan spiritual yang lebih dan kompleks.
Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang ditempuhmenggunakan petunjuk perjalanan, serta menilai kelancarannya sesui dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
4.      Guru sebagai pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Pelatihan dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungan.Untuk itu, guru harus banyak tahu, merskipun tidak mencakup semua hal secara sempurna, kerena hal itu tidaklah mungkin.
5.      Guru sebagai penasehat.
Guru adalah sebagai penasehat bagi peserta didiknya. Bahkan bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.
Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan, dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Peserta didik akan menemukan sendiri dan secara mengherankan, bahakan mungkin menyalahkan apa yang ditemukannya, serta akan mengadukan kepada guru sebagai orang kepercayaannya.
6.      Guru sebagai pembeharu.
Guru memerjemahkan pengalaman yang telah lalu kedalam kehidupan yang  lebih bermakna bagi peserta didik.
Unsur yang hebat dari manusia adadal kemampuan untuk belajar dari pengalaman orang lain. Kita menyadari bahwa manusia normal dapat menerima pendidian, dengan memiliki kesempatan yang  cukup, ia dapat mengambil bagian dari pengalaman yang bertahun-tahun, proses belajar serta prestasi manusia dan mewujudkan yang terbaik dalam  suatu kepribadian yang unik dalam jangka waktu tertentu.
7.      Guru sebagai model dan teladan
Sebagai teladan, tentu saja peribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan pesrta didik serta oarang di sekitar  lingungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. misalnya seperti;
a)      Sikap dasar; postur yang aan nampak dalam masalah-masalah penting, keberhasilan, kegagalan, pembelajaran, kebenaran, hubungan antara manusia, agama pekerjaan permainan dan diri.
b)      Bicara dan gaya bicara; penggunaan bahasa sebagi alat berfikir.
c)      Kebiasaan bekerja ; gaya seseorang yang dipakai seseorang dalam bekerja yang iut mewarnai kehidupannya.
d)     Sikap melalui pengalaman dan kesalahan ;   pengertian hubungna antara luasnya pengalaman dan nilai serta tidak munginnya mengelak dari kesalahan.
8.      Guru sebagai pribadi
Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik.Ujian berat dalam hal ini adalah rangsangan yang merangsang emosi.
Sebagai pribadi yang hidup ditengah-tengan masyarakat, guru perlu juga memiliki kemampuan berbaur dengan masyarakat dengan kemampuannya, antara lain kegiatan olahraga, keagamaan, dan kepemudaan.
9.      Guru sebagai peneliti
Pembelajaran adalah seni yang dalam pembelajarannya memerlukan penyesuaian-penyesuaian  dengan kondosi lingkungan.  Untuk itu diperluan berbagai penelitian, yang didalamnya melibatkan guru.oleh karena itu guru  adalam seorang pencari atau peneliti. 
10.  Guru sebagai pendorong kreativitas
Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran, dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukan proses kreativitas tersebut.  Kreativitas merupakan suatu yang bersifat universal dan merupakan ciri aspek dunia kehidupan disekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan  suatu yang sebelumnya tidak adan dan tida dilakukan seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.
11.  Guru sebagai aktor
Sebagi seorang aktor, guru harus melakukan apa yang ada dalam naskah yang telah di susun dengan mempertimbangkan pesan yang akan disampaikan kepada penonton. Penampilan yang bagus dari seorang aktor akan mengakibatkan para penonton tertawa, mengikuti dengan sungguh sungguh, dan juga bisa menangis terbawa oleh penampilan sang aktor. Untuk bisa berperan sesuai dengan tuntutan naskah, ia harus menganalisis dan melihat kemampuanya sendiri, persiapanya, memperbaiki kelemahan, menyempurnakan aspek aspek baru dari setiap penampilan, mempergunakan pakaian, tatarias sebagaimana yang diminta, dan kondisinya sendiri untuk menghadapi ketegangan emosinya dari malam kemalam serta mekanisme fisik yang harus ditampilkan.
12.  Guru sebagai evaluator
Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling komplek, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variabel lain yang mempuyai arti apabila berhubungan dengan kontek yanghampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian karena penilaian merupakan proses menetapkan kualitas hasil belajar, atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik.
Sebagai suatu proses, penilaian dilaksanakan dengan prinsip prinsip dan dengan teknik yang sesuai, mungkin tes atau nontes. Teknik apapun yang dipilih, penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu : persiapan, pelaksanaaan, dan tindak lanjut.

E.       Kode Etik Guru
Kode etik guru adalah aturan-aturan, nilai dan norma yang disepakati dan diterima oleh guru seluruh Indonesia sebagai pedoman dalam menjalankan profesinya.
Adapun rumusan kode etik guru yang merupakan kerangka pedoman gurudalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan hasil kongres PGRI XIII yang terdiri dari sembilan poin berikut:
1.      Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan dan berjiwa Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan peserta didik.
5.      Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Kode Etik Guru Indonesia didasarkan pada :
1.      Pancasila, yaitu sebagai dasar falsafah bangsa.
2.      Tap MPRS No.XXVII/MPRS/1966


























DAFTAR PUSTAKA

A.F Stoner, James dan Edward Freeman (eds). 1996. Manajemen Jilid I, terj. Alexander Sindoro. Jakarta: PT Prahallindo.

Ahmad Rohani. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

A.M Sudirman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar dan Mengajar. Jakarta : PT.Grafindo Indonesia.

Gredler, Margaret E.Bell. 1991. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta : Rajawali.

J.Drost.SJ. 1999. Proses Pembelajaran Sebagai Proses Pendidikan. Jakarta : Gramedia.

Martayo. 1980. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPPFE

Mgs. Nazarudin. 2007. Manajemen Pembelajaran. Yogyakarta : Teras

R.Terry, George dan Leslie W.Rue. 2010. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.



Komentar

  1. terimakasih, blog ini sangat membantu.

    BalasHapus
  2. makasih ya zetri sudah membuat dan menerbitkan blog ini. sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  3. makasih ya zetri telah menerbitkan blog ini. sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas pembelajarannya buk, pembelajarannya sangat membantu , dan menambah ilmu untuk saya pribadi

    BalasHapus
  6. Terimakasih telah membuat blog ini.. Sangat membantu buat saya

    BalasHapus
  7. Terimakasih zetri blog ini sangat membantu sekali

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas ilmunya 😘

    BalasHapus
  9. Sangat membantu sekali dalam prmbuatan tugas saya,,thanks ya kaka cantik

    BalasHapus
  10. Mkasih atas ilmunya sangat membantu sekali

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏

    BalasHapus
  12. Terimakasih atas blog nya zetri sangat nembantu sekali

    BalasHapus
  13. bloggnya bagus sekali kak, semoga bermanfaat ya kak

    BalasHapus
  14. Blognya sangat bermanfaat kak

    BalasHapus
  15. Sangat bermanfaat terima kasih ya zetri👍

    BalasHapus
  16. Bagus blog nya,,, sangat bermanfaat...

    BalasHapus
  17. Bagus blog nya,,, sangat bermanfaat...

    BalasHapus
  18. Sangat bermanfaat, terimakasih ya zetri🙏

    BalasHapus
  19. Membantu sekali dalam tugas saya,,

    BalasHapus
  20. Tulisannya sangat bermanfaat dan semoga bisa diaplikasikn nantinya

    BalasHapus
  21. bagus sekali, samngat bermanfaat. trimaksih sudah mau berbagi ilmunya kakak imut

    BalasHapus
  22. Bagus kak, semoga bermanfaat bagi kita dan pembaca blog lainnya

    BalasHapus
  23. Materinya sangat bermanfaat kak... Semangat buat nulis lagi kak

    BalasHapus
  24. Terimakasih, materi bermanfaat sekali

    BalasHapus
  25. Materinya bagus dan terima kasih ilmunya bermanfaat🙏😊

    BalasHapus

Posting Komentar